Apa Itu Relevant Cost? Konsep, Kriteria, dan Contoh Penerapannya dalam Pengambilan Keputusan

Apa Itu Relevant Cost? Konsep, Kriteria, dan Contoh Penerapannya dalam Pengambilan Keputusan

Dalam dunia pengambilan keputusan manajerial, tidak semua biaya layak dipertimbangkan. Di sinilah konsep relevant cost menjadi krusial. Relevant cost membantu manajer, profesional, dan calon pemimpin bisnis untuk fokus hanya pada biaya yang benar-benar mempengaruhi pilihan keputusan, bukan sekadar angka yang tercatat di laporan keuangan. Tanpa pemahaman ini, keputusan bisnis bisa terlihat “masuk akal di atas kertas”, tetapi keliru secara strategis karena mempertimbangkan biaya yang sebenarnya tidak relevan.

Menariknya, banyak kesalahan keputusan bisnis justru muncul bukan karena kurang data, tetapi karena salah memilih data mana yang penting. Relevant cost mengajarkan kita untuk berpikir lebih kritis: biaya apa yang akan berubah jika satu alternatif dipilih dibanding alternatif lain, biaya mana yang bisa dihindari, dan peluang apa yang sebenarnya dikorbankan. Dengan memahami relevant cost, kamu tidak hanya belajar akuntansi manajemen secara teknis, tetapi juga melatih cara berpikir analitis yang sangat dibutuhkan dalam praktik manajerial nyata—mulai dari keputusan menerima pesanan khusus, menentukan make or buy, hingga mengevaluasi kelanjutan suatu produk atau unit bisnis.

Apa Itu Relevant Cost

Relevant cost adalah biaya yang relevan untuk pengambilan keputusan, yaitu biaya yang akan berubah jika satu alternatif dipilih dibandingkan alternatif lainnya dan terjadi di masa depan. Dengan kata lain, relevant cost membantu manajer memfokuskan perhatian hanya pada biaya yang membedakan pilihan A dan pilihan B.

Konsep ini penting karena dalam praktik manajerial, tidak semua biaya yang tercatat di laporan keuangan layak dijadikan dasar keputusan. Banyak biaya terlihat besar dan signifikan, tetapi sebenarnya tidak terpengaruh oleh keputusan yang sedang dihadapi. Relevant cost mengajarkan kita untuk menyaring informasi: mana biaya yang benar-benar memengaruhi hasil keputusan, dan mana yang sebaiknya diabaikan.

Dalam akuntansi manajemen, relevant cost selalu dikaitkan dengan pengambilan keputusan jangka pendek, seperti menerima atau menolak pesanan khusus, memilih membuat sendiri atau membeli dari pihak luar, hingga mengevaluasi kelanjutan suatu produk atau unit bisnis. Fokus utamanya bukan pada total biaya historis, melainkan pada biaya tambahan, biaya yang bisa dihindari, serta peluang yang dikorbankan akibat suatu pilihan.

Dengan memahami apa itu relevant cost, kamu tidak hanya belajar konsep akuntansi secara teknis, tetapi juga membangun pola pikir manajerial yang lebih tajam: berpikir ke depan, berbasis alternatif, dan berorientasi pada dampak nyata keputusan. Inilah alasan mengapa relevant cost menjadi salah satu konsep dasar yang selalu muncul dalam pembahasan pengambilan keputusan di dunia bisnis dan manajemen.

Kriteria Biaya Disebut Relevant Cost

Suatu biaya dapat dikategorikan sebagai relevant cost apabila memenuhi kriteria berikut.

  1. Terjadi di masa depan (future cost)
    Relevant cost adalah biaya yang akan muncul setelah keputusan diambil. Biaya yang sudah terjadi di masa lalu tidak dapat diubah oleh keputusan saat ini, sehingga tidak relevan untuk dipertimbangkan.
  2. Berbeda antar alternatif keputusan (differential cost)
    Biaya hanya relevan jika jumlahnya berbeda ketika manajer memilih alternatif yang berbeda. Jika suatu biaya tetap sama pada semua opsi, biaya tersebut tidak membantu dalam membandingkan keputusan.
  3. Mempengaruhi arus kas (cash flow)
    Relevant cost harus berdampak pada pengeluaran atau penerimaan kas yang nyata. Biaya yang hanya berupa alokasi akuntansi atau pencatatan pembukuan tanpa pengaruh langsung pada kas umumnya tidak relevan dalam pengambilan keputusan manajerial.

Dengan menggunakan ketiga kriteria ini, manajer dapat menyaring informasi biaya secara lebih objektif dan fokus hanya pada biaya yang benar-benar memengaruhi hasil keputusan. Pendekatan ini membantu menghindari kesalahan umum dalam pengambilan keputusan, yaitu mempertimbangkan biaya yang terlihat penting secara akuntansi tetapi sebenarnya tidak relevan secara ekonomi.

Perbedaan Relevant Cost dan Irrelevant Cost

Dalam pengambilan keputusan manajerial, memahami perbedaan antara relevant cost dan irrelevant cost sangat penting agar keputusan tidak bias oleh angka yang sebenarnya tidak berpengaruh. Keduanya sama-sama disebut “biaya”, tetapi perannya dalam pengambilan keputusan sangat berbeda.

Relevant cost adalah biaya yang berubah antar alternatif keputusan dan terjadi di masa depan. Biaya ini membantu manajer membandingkan pilihan secara objektif karena nilainya benar-benar dipengaruhi oleh keputusan yang diambil. Jika alternatifnya berubah, maka relevant cost juga ikut berubah. Inilah jenis biaya yang seharusnya menjadi fokus utama dalam analisis keputusan.

Sebaliknya, irrelevant cost adalah biaya yang tidak berubah meskipun alternatif keputusan berbeda atau sudah terjadi di masa lalu. Karena tidak dapat dipengaruhi oleh keputusan saat ini, biaya ini tidak memberikan informasi tambahan untuk menentukan pilihan terbaik. Meskipun sering muncul di laporan keuangan, irrelevant cost sebaiknya dikesampingkan dalam analisis keputusan agar tidak menyesatkan.

Agar perbedaannya lebih mudah dipahami, berikut ringkasannya.

  • Relevant cost
    • Terjadi di masa depan
    • Berbeda antar alternatif keputusan
    • Mempengaruhi arus kas
    • Digunakan langsung dalam analisis pengambilan keputusan
  • Irrelevant cost
    • Sudah terjadi di masa lalu atau tidak dapat dihindari
    • Tidak berubah antar alternatif
    • Tidak memengaruhi arus kas keputusan
    • Tidak digunakan sebagai dasar pemilihan alternatif

Dengan membedakan relevant cost dan irrelevant cost secara tegas, manajer dapat menghindari kesalahan umum seperti mempertimbangkan sunk cost atau biaya alokasi yang terlihat penting secara akuntansi, tetapi sebenarnya tidak relevan secara ekonomis. Pola pikir ini membantu pengambilan keputusan menjadi lebih fokus, rasional, dan selaras dengan tujuan manajerial.

Jenis Biaya yang Termasuk Relevant Cost

Dalam praktik pengambilan keputusan manajerial, tidak semua biaya masa depan otomatis menjadi relevant cost. Hanya jenis biaya tertentu yang benar-benar memenuhi kriteria relevansi dan digunakan dalam analisis keputusan. Berikut adalah jenis relevant cost yang paling sering dibahas dalam literatur akuntansi manajemen dan praktik bisnis.

  1. Incremental Cost (Differential Cost)
    Incremental cost adalah selisih biaya yang muncul ketika satu alternatif dipilih dibandingkan alternatif lainnya. Biaya inilah yang secara langsung menunjukkan dampak finansial dari suatu pilihan. Jika tidak ada perbedaan biaya antar alternatif, maka tidak ada incremental cost dan biaya tersebut tidak relevan untuk keputusan.
  2. Avoidable Cost
    Avoidable cost adalah biaya yang dapat dihindari jika suatu alternatif tidak dipilih. Jika sebuah keputusan menyebabkan biaya tertentu tidak perlu dikeluarkan, maka biaya tersebut termasuk relevant cost. Konsep ini sering digunakan dalam keputusan menghentikan atau melanjutkan produk, divisi, atau aktivitas tertentu.
  3. Opportunity Cost
    Opportunity cost adalah manfaat atau pendapatan yang dikorbankan karena memilih satu alternatif dan meninggalkan alternatif lain. Meskipun tidak selalu tercatat dalam laporan keuangan, opportunity cost sangat relevan secara ekonomis karena mencerminkan nilai terbaik dari pilihan yang tidak diambil.

Ketiga jenis biaya ini membantu manajer melihat keputusan secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi biaya yang terlihat, tetapi juga dari sisi biaya tersembunyi dan konsekuensi ekonomi dari setiap alternatif. Dengan memahami jenis-jenis relevant cost, proses pengambilan keputusan menjadi lebih tajam, terstruktur, dan berorientasi pada dampak nyata bagi organisasi.

Biaya yang Tidak Termasuk Relevant Cost

Setelah memahami jenis biaya yang termasuk relevant cost, penting juga untuk mengetahui biaya apa saja yang justru tidak relevan dalam pengambilan keputusan manajerial. Kesalahan paling umum dalam praktik adalah memasukkan biaya-biaya ini ke dalam analisis, padahal keberadaannya tidak dipengaruhi oleh pilihan keputusan.

Berikut adalah jenis biaya yang tidak termasuk relevant cost.

  1. Sunk Cost
    Sunk cost adalah biaya yang sudah terjadi di masa lalu dan tidak dapat diubah oleh keputusan apa pun saat ini. Karena sifatnya historis, sunk cost tidak memiliki peran dalam membandingkan alternatif keputusan, meskipun jumlahnya besar atau terasa “sayang” jika diabaikan.
  2. Committed Cost
    Committed cost merupakan biaya masa depan yang sudah terikat oleh kontrak atau keputusan sebelumnya dan tidak bisa dihindari dalam jangka pendek. Karena tetap harus dibayar apa pun alternatif yang dipilih, committed cost tidak relevan untuk pengambilan keputusan saat ini.
  3. Depresiasi dan Nilai Buku (Book Value)
    Depresiasi dan nilai buku aset adalah hasil alokasi akuntansi, bukan arus kas aktual. Selama keputusan yang diambil tidak memengaruhi pengeluaran kas tambahan, angka-angka ini tidak termasuk relevant cost meskipun sering muncul dalam laporan keuangan.
  4. Fixed Cost yang Tidak Dapat Dihindari
    Biaya tetap yang jumlahnya tidak berubah antar alternatif dan tidak dapat dihindari dalam jangka pendek juga tergolong irrelevant cost. Walaupun biaya ini tetap ada, keberadaannya tidak membantu menentukan pilihan terbaik karena tidak dipengaruhi oleh keputusan.

Memahami biaya yang tidak termasuk relevant cost membantu manajer menghindari jebakan analisis yang terlalu fokus pada angka akuntansi, tetapi mengabaikan dampak ekonomi sebenarnya. Dengan menyaring biaya-biaya ini, pengambilan keputusan menjadi lebih objektif, efisien, dan berorientasi pada masa depan.

Contoh Penerapan Relevant Cost dalam Pengambilan Keputusan

Konsep relevant cost akan terasa paling jelas ketika diterapkan langsung dalam situasi pengambilan keputusan manajerial. Pada tahap ini, fokus analisis bukan lagi pada seluruh biaya yang tercatat, melainkan hanya pada biaya yang berubah akibat keputusan. Berikut beberapa contoh penerapan relevant cost yang paling umum dibahas dalam literatur dan praktik bisnis.

  1. Keputusan Make or Buy (Membuat Sendiri atau Membeli dari Pihak Luar)
    Dalam keputusan ini, relevant cost adalah biaya produksi yang benar-benar bisa dihindari jika perusahaan memilih membeli dari luar, seperti bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel tertentu. Biaya tetap yang tetap ada meskipun produksi dihentikan tidak termasuk relevant cost. Dengan pendekatan ini, manajer dapat membandingkan biaya ekonomis nyata antara membuat sendiri dan membeli.
  2. Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus (Special Order)
    Relevant cost dalam pesanan khusus biasanya mencakup biaya tambahan yang muncul jika pesanan diterima, seperti bahan baku ekstra, tenaga kerja tambahan, atau biaya pengiriman khusus. Selama kapasitas masih tersedia dan tidak mengganggu penjualan reguler, biaya tetap yang sudah ada tidak relevan. Analisis ini membantu manajer menentukan apakah pesanan tersebut benar-benar menambah laba atau justru merugikan.
  3. Keputusan Melanjutkan atau Menghentikan Produk/Segmen (Drop or Continue)
    Pada keputusan ini, relevant cost adalah biaya yang akan hilang jika produk atau segmen dihentikan, seperti biaya variabel dan biaya tetap yang dapat dihindari. Pendapatan yang hilang juga menjadi bagian penting dari analisis. Biaya tetap yang tetap harus dibayar meskipun produk dihentikan tidak memengaruhi keputusan dan dikeluarkan dari perhitungan.
  4. Keputusan Jual Sekarang atau Proses Lebih Lanjut (Sell or Process Further)
    Relevant cost di sini adalah biaya tambahan untuk proses lanjutan dibandingkan dengan tambahan pendapatan yang diperoleh. Biaya yang sudah terjadi sebelum titik keputusan tidak relevan. Pendekatan ini membantu manajer menilai apakah proses lanjutan benar-benar memberikan nilai tambah secara ekonomis.

Melalui contoh-contoh ini, terlihat bahwa relevant cost bukan sekadar konsep teoritis, melainkan alat praktis untuk menyaring informasi biaya agar keputusan lebih rasional dan berbasis dampak nyata. Dengan berlatih mengidentifikasi relevant cost dalam berbagai konteks keputusan, mahasiswa dan profesional dapat mengembangkan cara berpikir manajerial yang lebih tajam dan tidak terjebak pada angka-angka yang menyesatkan.

Memahami konsep relevant cost membantu kita melihat bahwa pengambilan keputusan manajerial tidak cukup hanya mengandalkan laporan keuangan atau total biaya yang terlihat besar. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan menyaring biaya: mana yang benar-benar berubah akibat keputusan, mana yang dapat dihindari, dan peluang apa yang dikorbankan. Dengan membedakan relevant cost dan irrelevant cost secara tepat, manajer dapat mengambil keputusan yang lebih rasional, fokus, dan berorientasi pada dampak ekonomi nyata. Pada akhirnya, relevant cost bukan sekadar konsep akuntansi manajemen, melainkan alat berpikir strategis yang melatih ketajaman analisis dalam menghadapi berbagai pilihan bisnis.

Tinggalkan Komentar

* Wajib diisi

Berita Terkait

Apa Itu Cost Behavior? Konsep Penting Akuntansi Manajemen

Apa Itu Cost Behavior? Konsep Penting Akuntansi Manajemen

Dalam praktik manajemen dan akuntansi, memahami angka biaya saja tidak pernah cukup. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang sebenarnya terjadi pada biaya ketika aktivitas...
Apa itu Sunk Cost: Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Pengambilan Keputusan

Apa itu Sunk Cost: Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Pengambilan Keputusan

Dalam dunia manajemen dan pengambilan keputusan, tidak semua biaya layak dipertimbangkan kembali—dan di sinilah konsep sunk cost sering kali menimbulkan jebakan berpikir. Banyak individu maupun...
Rasio Keuangan Dasar: Pengertian, Jenis, dan Cara Membacanya

Rasio Keuangan Dasar: Pengertian, Jenis, dan Cara Membacanya

Angka-angka di laporan keuangan sebenarnya tidak pernah “berbicara” dengan sendirinya. Tanpa alat bantu yang tepat, laporan laba rugi dan neraca hanya akan terlihat seperti deretan...