Seminar Nasional APMMI Bahas Masa Depan Keuangan Berbasis Emas di Indonesia

Seminar Nasional APMMI Bahas Masa Depan Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Seminar Nasional APMMI Bahas Masa Depan Keuangan Berbasis Emas di Indonesia

Pada Sabtu, 4 Juli 2026, Aliansi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Bullion Bank & The Future of Finance: Transformasi Emas sebagai Instrumen Keuangan Strategis di Indonesia”. Seminar berlangsung secara daring pukul 09.00-10.45 WIB dan diikuti lebih dari 800 peserta, terdiri dari mahasiswa program Magister Manajemen serta dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota APMMI di seluruh Indonesia, termasuk PPM School of Management.

Seminar dibuka oleh Prof. Amin Wibowo, Ph.D., selaku Ketua APMMI, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mempersiapkan pemimpin bisnis masa depan menghadapi lanskap keuangan yang terus berkembang. Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D., bertindak sebagai moderator dan memandu diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang sesi.

Materi utama disampaikan oleh Ferdian Timur Satyagraha, Chief Financial Officer PT Pegadaian, yang memaparkan wawasan mendalam tentang pengembangan ekosistem bullion di Indonesia serta peran strategis Bullion Bank dalam memperkuat sistem keuangan nasional. Ia menjelaskan bahwa emas kini tidak berhenti pada fungsinya sebagai penyimpan nilai, melainkan berkembang menjadi instrumen keuangan produktif melalui layanan seperti tabungan emas, deposito emas, pembiayaan bullion, dan perdagangan emas.

Secara konsep, Bullion Bank berfungsi sebagai institusi khusus yang mengelola transaksi berbasis emas, mulai dari penyimpanan (custody), pembiayaan, hingga perdagangan, sehingga emas tidak lagi hanya tersimpan di brankas, melainkan bergerak sebagai bagian aktif dari roda ekonomi produktif. Model ini memberi individu maupun pelaku usaha cara yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan nilai dari emas yang selama ini idle.

Diskusi ini juga menyoroti potensi besar Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emas terkemuka di dunia, serta pentingnya mengoptimalkan aset emas yang selama ini belum produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Bagi banyak peserta program Magister Manajemen yang hadir, seminar ini menjadi pengingat bahwa inovasi keuangan di Indonesia terus berkembang melampaui instrumen konvensional, dan emas, yang selama ini kerap dipandang sebagai aset pasif, berpotensi semakin berperan dalam pengambilan keputusan keuangan strategis ke depan.

Tinggalkan Komentar

* Wajib diisi

Berita Terkait

TIBA-TIBA PPM: “Kenali Kampus, Temukan Masa Depanmu!”

TIBA-TIBA PPM: “Kenali Kampus, Temukan Masa Depanmu!”

Memilih kampus bukan cuma soal cari tempat belajar, tapi langkah awal menentukan masa depan. Sayangnya, banyak siswa SMA/SMK sederajat yang masih bingung memilih program studi,...
Menginspirasi Generasi Digital: Kolaborasi PPM School of Management dan Asosiasi Digital Marketing Indonesia (Digimind) dalam Kelas Digital Marketing

Menginspirasi Generasi Digital: Kolaborasi PPM School of Management dan Asosiasi Digital Marketing Indonesia (Digimind) dalam Kelas Digital Marketing

PPM School of Management dan Asosiasi Digital Marketing Indonesia (Digimind) telah menjalin kerja sama terkait Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat....
Sinergi untuk Pengembangan Bersama : PPM School of Management dan Yayasan BPK Penabur

Sinergi untuk Pengembangan Bersama : PPM School of Management dan Yayasan BPK Penabur

Pada Kamis (21/11), PPM School of Management dan PPM Manajemen menerima kunjungan studi banding dari Yayasan BPK Penabur. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi...